Tempat Wisata Alam di Wamena yang Cocok Untuk Destinasi Liburan
Nyatanya Wamena menyimpan wisata alam yang tak kalah indah dengan daerah lainnya dan ini beberapa tempat wisata alam yang ada patut dikunjungi di Wamena:
- Wisata Alam Telaga Biru dan Jembatan Kuning Maima
Wisata Alam Telaga Biru dan Jembatan Kuning Maima ini terletak di Distrik Maima atau berjarak sekitar ± 12 km ke sebelah arah Tenggara dari Kota Wamena. Telaga biru ini berbentuk bulat, terbentuk secara alami dan airnya berwarna biru bening. Tempat wisata Telaga Biru ini juga mempunyai nilai sejarah yang dikenal oleh semua orang Papua di wilayah pegunungan tengah karena mengandung cerita warisan (mitos) mengenal asal-usul manusia pertama di lembah Baliem.
Dalam bahaasa daerah (Lembah Baliem) penyebutan ”ma-i-ma”, berarti tempat dibawah, dimana ada air atau (we) ma-i-ma. Hingga kini, Telaga Biru ini masih menjadi salah satu lokasi bersejarah dan lokasi objek budaya yang dijaga kelestariannya.
Jembatan Kuning Maima adalah sebuah jembatan gantung modern yang terbuat dari Besi dan Kawat Tembaga, dibangun pada tahun 1996 sebagai sarana transportasi penghubung yang digunakan oleh masyarakat di Distrik Maima untuk melakukan berbagai macam aktifitas. Disekitarjembatan Kuning Maima juga telah dibangun beberapa taman sebagai tempat rekreasi yang memiliki potensi wisata menarik bagi pengunjung.
Untuk mencapai lokasi Wisata Alam Telaga Biru, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Atau dapat menggunakan angkutan umum trayek “SG” dari terminal angkutan umum Wouma-Maima hingga di lokasi pemberhentikan tanah longsor. Kemudian harus berjalan kaki sekitar±20-25 menit ( ±0,5 km).
Wisata Alam Telaga Biru hanya menyajikan keunikan sejarah, panorama alam dan sumber air yang berwarna hijau-kebiru-biruan. Bagi penggemar pemotretan panorama alam, wisata ini cukup memberikan kepuasan tersendiri.
Memasuki lokasi Wisata Alam Telaga Biru danjembatan Kuning Maima tidak dipungut biaya. Namun harus mendapatkan ijin dari pihak pengelola/keluarga setempat atau dapat menghubungi Kepala Distrik Maima.
- Wisata Alam dan Sejarah Sumber Air Garam Putagima
Lokasi Wisata Sumber Air Garam Tradisional Putagaima di Distrik Asotipo juga merupakan salah satu objek wisata yang unik dam bersejarah. Hal ini merupakan salah satu keajaiban ciptaanNya. Disaat masyarakat sekitar belum mengenal garam toko, mereka telah menggunakan sumber air garam tradisional ini sebagai pelengkap ± 22 km terletak di Kampung Air Garam Putagaima di Distrik Asotipo.
Sumber Air Garam Tradisional ini dipergunakan sebagai bahan penyedap rasa secara tradisional dimana masyarakat. membawa bahan masakan seperti sayur mayur, kemudian di rendam lalu dibawa kembali ke kampung halamannya.
Wisata Alam Sumber Air Garam Putagaima ini berwarna bening seperti air tawar Namun jika di kecap, airnya terasa asin (bergaram). Sumber Air Garam Putagaima ini merupakan salah satu wisata alam dan wisata sejarah yang cukup unik karena lokasinya yang berdekatan dengan sungai air tawar yang berjarak sekitar ± 30m dan tepat berada dibawah kaki gunung.
Untuk mencapai lokasi Wisata Alam Sumber Air Garam Putagaima, dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 ataupun dengan angkutan umum trayek SG dengan ongkos sebesar Rp. 15.000, Setelah turun di jalan raya Wamena Sogokmo Kurima, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 2 km atau dapat menggunakan jasa tukang ojek.
Memasuki lokasi Wisata Alam Sumber Air Garam Putagaima ini, belum ditarik biaya ataupun retribusi bagi para pengunjung, namun sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan kepala kampung atau warga di lokasi wisata ini sebelum memasuki areanya.
- Wisata Panorama Alam Danau Habema
Salah satu kawasan konsenvasi di kabupatn Jayawijaya yang luas dan memiliki keunikan sendiri adalah kawasan Taman Lorenz.
Kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dan dapat dijadikan salah satu obyek Wisata Panorama Alam Danau Habema.
Danau Habema terletak diketinggian 3.225 di atas permukaan laut, dan berjarak sekitar ± 42 km dengan perjalanan bisa mencapai 2-3 jam.
Waktu terbaik untuk memulai perjalanan adalah pagi hari untuk menghindari perubahan cuaca dan kita bisa mengabdikan panorama Puncak Trikora yang berada samar-samar di Selatan Habema. Menjadi salah satu danau begitu indah dengan pemandangan alam yang sangat unik dan langka serta tidak dapat ditemukan kesamaannya dengan di daerah lain.
Akses kendaraan pribadi maupun kendaraan umum sewaan dapat di gunakan untuk menjangkau lokasi ini, baik berupa kendaraan roda 2 maupun roda 4, namun kami menyarankan sebaiknya menggunakan keendaraan roda 4 Jenis Strada. Kondisli jalan aspal mulus namun memerlukan ketelitian dalam berkendaraan karena kondisi cuaca yang sering berubah-ubah.
Bagi wisatawan asing, sebaiknya jika ingin mengunjungi wisata panorama alam danau Habema, dapat mengurus surat ijin di kantor Balai Tanam Nasional Lorentz, Jalan SD Percobaan Potikelek, Telepon : (0969) 34098,33066. Fax. (0969) 34098. Email : lorentz.btn@ gmail.com
- Wisata Alam Kampung Wisata Suroba, Kelompok Tari Etnik dan Penginapan Tradisional
Wisata alam lainnya yang dapat dikunjungi adalah Wisata Alam di Kampung Suroba, Distrik Pisugi berjarak ± 15 km dari Kota Wamena. Wisata alam disini merupakan salah satu tempat objek wisata yang menawarkan tempat penginapan tradisional, dengan wisata yang menawarkan tempat penginapan tradisional, dengan bangunan homestay, dari rumah tradisional bercampur modern (honai) warga pegunungan yang beratapkan rumput alang-alang. juga telah disiapkan para penari-penari tradisional khusus bagi para tamu (wisatawan) yang berkunjung dan menginap di sini. Pemilik Objek Wisata Alam di Kampung Suroba cukup kreatif dan unik da|am penyambutan serta penyajian berbagai acara guna memuaskan pengunjung (tamu-tamunya) dengan menyediakan fasilitas penginapan sebanyak 6 honai (rumah tinggal), sebuah dapur umum, kamar mandi dan WC yang cukup bersih serta berbagai pernak-pernik souvenir yang dapat dijadikan sebagai buah tangan.
Tersedia fasilitas pendukung seperti kampung tradisiona, kebun labu china (koteka), artshop dan penginapan tradisional dengan fasilitas kasur, listrik penerangan, bantal dan selimut, toilet, air bersih dan Penerangan (listrik).
Biaya untuk melihat penampilan paket atraksi baik perang-perangan dan tari-tarian tradisional masyarakat Lembah Baliem berkisar antara Rp 900.000 – 4.800.000, tergantung paket atraksi yang akan ditampilkan. Harga penampilan atraksi tersebut masih dapat di negosiasikan.
Untuk penginapan, biaya dikenakan permalam/orang dengan biaya sebesar Rp 300.000/orang.
- Wisata Alam di Distrik Kurulu
Potensi wisata alam yang mudah dijangkau karena jarak tempuh dan lokasi yang dapat dilalui dengan kendaraan adalah di Distrik Kurulu. Distrik ini memiliki bermacam ragam panorama alam, penelusuran goa, mumifikasi jasad kepala suku atau panglima kepala suku perang serta lading pemancingan.
Potensi wisata indah untuk dinikmati, seperti Goa, tersebar sekitar 4 lokasi, Mumi dan sejarahnya, Tebing-Tebing Gunung Batu, Wisata Alam dan Sejarah Air Garam, kelompok kelompok kesenian etnik tradisional dan pesona kebudayaan menarik lainnya.
Banyak dijumpai kolam-kolam pemancingan yang tersebar sepanjang daerah ini, sebab daerah ini merupakan daerah berawa. Pola kehidupan masyarakat di perkampungan warga ini terlihat sedikit berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat Lembah Baliem dari suku klen yang berbeda di daerah sebelah Timur, Selatan maupun Barat.
Untuk mencapai Distrik Kurulu ini, dapat ditempuh dengan angkutan umum trayek “KL” (Wamena-Kurulu) jenis Star Wagon, dengan jarak tempuh sejauh±20 km atau berkisar 20 – 25 menit. Dapat juga dijangkau dengan kendaraan pribadi roda 4 maupun roda 2.
- Wisata Alam dan Sejarah Sumber Air Garam Jiwika
Wisata alam dan Sejarah Sumber Air Garam Tradisional Jiwika terdapat di sebelah utara dari kota Wamena. Untuk mencapai lokasi Wisata Alam dan Sejarah Air Garam Jiwika, hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki kira-kira ± 2jam perjalanan.
Perjalanan menuju lokasi Wisata Alam Air dan Sejarah Garam Tradisional jiwika ini letaknya di atas gunung, sehingga memerlukan sedikit perhitungan untuk mengunjungi lokasi wisata ini, waktu agar tidak terjebak panasnya matahari sebaiknya untuk mengunjungi lokasi Wisata Alam dan Sejarah Air Garam Tradisional ini ditempuh pada jam 6.00 WIT. Mengingat perjalanan diperhitungkan mulai dari saat berangkat hingga kembali ke Distrik Kurulu, agar dapat mengunjungi obyek wisata lainnya.
Untuk menuju ke lokasi Wisata Alam dan Sejarah Sumber Air Garam Tradisional Jiwika, dapat ditempuh dengan berjalan kaki (trekking). Dari Kota Wamena, kita dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum trayek “KL” (Wamena Kurulu) yang berpangkalandi terminal Angkutan Umum di PasarJibama dengan biaya sebesar Rp. 15.000,-/orang
Salah satu Mahasiswa Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura Ustj Yakni Abdon Sambom baru kali ini kunjungi destinasi Wisata di Kurulu baliem Wamena Papua.
Editor: Abdon Sambom
Bagaimana redaksi Anda tentang artikel ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar