Kunjungi
Wisata Kabupaten Jayapura di Sentani
6 November 2019 18:40 Diperbarui:
6 November 2019 18:44 25 0 0
Dokpri
Kunjungi wisata Kabupaten Jayapura Di Sentani
Jayapura,
November 06/11/2019
Kunjungi Wisata, Kabupaten Jayapura
Di Sentani
Reporter: Yosek Walilo
Bukit Tungkuwiri, salah satu tempat wisata yang paling diminati masyarakat Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.
Jayapura, - Abdon Sambom Dan beberapa orang Asing Kunjungi Wisata Di Kabupaten Jayapura, Abdon Sambom, mengatakan apabila dikelola dengan baik dan benar dunia pariwisata merupakan masa depan Kabupaten Jayapura.
Akan Tetapi mereka
yang tidak kelola baik katanya kepada orang asing. Ia mencontohkan daerah lain
di luar Papua yang sudah maju dan berkembang wisatanya seperti Bali dan
Yogyakarta.
"Tuhan sudah
mengamanatkan kepada kita untuk mengelola alam ini dengan bertanggung jawab,
wisata juga ada kaitanya dengan amanat yang sudah diberikan kepada kita,"
kata Abdon Sambom, saat ditemui di Sentani, Rabu (06/11/2019).
Dikatakan, mengelola
wisata sebenarnya tidak terlalu susah, apabila didiskusikan dan dilaksanakan
dengan baik. Kabupaten Jayapura memiliki potensi yang sangat banyak dan luar
biasa untuk dikelola.
Akan Tetapi mereka
yang Di tidak dikelola dengan baik.
Menurutnya, keberadaan Kabupaten Jayapura di
Papua sangat strategis, karena sebagai pintu masuk bagi orang yang akan datang
ke Papua.
"Tidak perlu yang susah-susah, yang penting ada homestay yang layak digunakan bagi setiap tamu yang berkunjung ke sini. Bangun pagi siang Dan sore itu sangat luar biasa dan unik. Karena orang-orang yang datang ke sini, mereka membutuhkan hal yang tidak pernah mereka temui di kota-kota besar yang pernah dikunjungi," jelasnya.
Untuk itu, Abdon Sambom berharap kepada dinas terkait Pariwisatanya Di Kota Jayapura yang bisa menangani dan mengelola kebudayaan dan pariwisata di daerah ini dapat melihat dengan serius hal-hal yang sedang berada di depan mata.
"Pintu masuk ada di sini, manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya. Beri pelatihan bagi kelompok-kelompok masyarakat di setiap kampung Kabupaten Dan Kota untuk mengelola wisata di kampung masing-masing," kata Abdon Sambom kepada orang Asing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, bisa melakulan berbaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura beberapa Tahun kedepan agar telah melaksanakan pelatihan manajemen homestay, pondok wisata, rumah wisata, dan hotel bagi masyarakat yang tersebar di Setiap distrik Dan Provisi Papua ini.
"Maksud dan tujuan adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan serta persiapan menuju PON 2020. Selain itu juga, masyarakat dapat memahami kode etik pramu wisata, mampu memberikan pelayanan terbaik, serta mampu menjelaskan obyek wisata lokal yang ada di daerah ini," pungkasnya. (*)
Editor: Abdon Sambom
"Tidak perlu yang susah-susah, yang penting ada homestay yang layak digunakan bagi setiap tamu yang berkunjung ke sini. Bangun pagi siang Dan sore itu sangat luar biasa dan unik. Karena orang-orang yang datang ke sini, mereka membutuhkan hal yang tidak pernah mereka temui di kota-kota besar yang pernah dikunjungi," jelasnya.
Untuk itu, Abdon Sambom berharap kepada dinas terkait Pariwisatanya Di Kota Jayapura yang bisa menangani dan mengelola kebudayaan dan pariwisata di daerah ini dapat melihat dengan serius hal-hal yang sedang berada di depan mata.
"Pintu masuk ada di sini, manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya. Beri pelatihan bagi kelompok-kelompok masyarakat di setiap kampung Kabupaten Dan Kota untuk mengelola wisata di kampung masing-masing," kata Abdon Sambom kepada orang Asing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, bisa melakulan berbaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura beberapa Tahun kedepan agar telah melaksanakan pelatihan manajemen homestay, pondok wisata, rumah wisata, dan hotel bagi masyarakat yang tersebar di Setiap distrik Dan Provisi Papua ini.
"Maksud dan tujuan adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan serta persiapan menuju PON 2020. Selain itu juga, masyarakat dapat memahami kode etik pramu wisata, mampu memberikan pelayanan terbaik, serta mampu menjelaskan obyek wisata lokal yang ada di daerah ini," pungkasnya. (*)
Editor: Abdon Sambom
