Rabu, 01 Mei 2019

KARYA ILMIAH PENGARUH KONFLIK ANTAR SUKU TERHADAP PEMBANGUNAN DI TIMIKA PROVINSI PAPUA

KARYA ILMIAH PENGARUH KONFLIK ANTAR SUKU TERHADAP PEMBANGUNAN DI KABUPATEN TIMIKA PROVINSI PAPUA

                   

                              Ditulis Oleh :

                   Nama: Abdon Sambom
                   N.P.M : 14831011
                Jurusan: Hubungan Internasional
                  Jenjang:  S-1 (Strata Satu)
               
FAKULTAS FESSOSPOL ILMU EKONOMI.         SASTRA,  SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI  JAYAPURA-USTJ-2019
               
 
                 
             



Jayapura 02 Mey 2019 


PENGARUH KONFLIK ANTAR SUKU TERHADAP PEMBANGUNAN DI KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA



BAB  I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
        Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang memiliki keanekargaman sosial dan budaya yang meliputi suku,bangsa,agama,ras dan antar golongan sehingga keanekaragman tersebut menjadi suatu ciri khas kebudayaan bangsa indonesia dengan beranekaragaman suku dan latar belakang kebudyaan yang berbeda-beda kira menjadi dapat menjadi simbol pemersatu bangsa indonesia,namun kadang juga dengan adanya keanekaraman ini dapat dimanfaatka oleh orang-orang tertentu memuluskan ambisinya dengan membuka ruang konflik yang besar dalam tataran masyarakat maka dengan dalam merancang sebuah proses pembagunan negara indonesia sering mengalami gangguan atau hambatan baik itu muncul akibat dari faktor eksternal maupun dari dalam negeri itu sendiri antara lain di karenakan indonesia terdiri dari beranekaragaman suku dan budaya di semua daerah.salah satu faktor penyebab yang layak di soroti ialah mengenai konflik sosial antar suku, konflik antar agama,hingga konflik antar organisasi kemasyarakatan dan lainnya dan sebagainya bisa terjadi gangguan keamanan yang menghambat upaya dalam pembangunan nasional pada umumnya dan daerah pada khususnya.simmel(1965.56) memandang “pertikaian atau konflik sosial sebagai gejalah yang tidak mungkin dihindari dalam masyarakat”.
Sebenarnya dalam pembukaan undang-undang dasar(UUD) 1945 tercantum bahwa NKRI adalah negara yang melindungi sengenap bangsa dan seluruh tumpah dara indonesia.hal ini merupakan suatu dasar dan menjadi kunci keberhasilan pemerintah dalam menjalankan pembagunan nasional dan juga kehidupan berdemokrasi ,namun dalam kenyataannya upaya untuk melindungi segenap bangsa indonesia.hal ini merupakan suatu pembahasan mengenai’pemikiran dalam menjalankan pembagunan nasional dan juga kehidupan berdemokrasi, namun dalam kenyataannya upaya untuk melindungi segenap.
 Bangsa indonesia menjadi slogan kosong yang dimana berlaku secara teoritis, sedangkan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat di laksanakan dengan baik,maka dengan itu sekalipun demikian untuk mencega masalah konflik sosial yang terjadi secara khusus pemerintah harus mampu mengatasih mengantisipasnya dan harus pekah terhadap setiap konflik yang terjadi di tenga-tenga masyarakat disamping,pemerintah harus mampu mengelola isu-isu dengan baik,di samping itu diperlukan kebijakan sosial-ekonomi kusus terhadap daerah-daerah yang di anggap rawan.
Undang-Undang  (UU) nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial pasal 1 mengatakan bahwa:
Konflik sosial yang di sebut konflik adalah perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antar dua kelompok masyarakat atau lebih yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga menganggu stabilitas nasional dan menghambat pembagunan nasional .

Keanekaragaman suku,agama,ras dan budaya indonesia jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa, pada satu sisi merupakan suatu kekayaan bangsa yang secara lansung ataupun tidak langsung  maka dengan itu arah pembangunan di provinsi papua yang di terapkan selama ini  selalu mengacu pada kebijakan dan arah pembangunan yang di turunkan oleh pemerintah pusat secara nasional terutama selama pemerintahan orde baru.
Kebijakan dan arah pembangunan secara nasional yang menyeragamkan seluruh wilayah provinsi telah menyebabkan terjadinya penyimpangan dan perubahan mendasar di dalam kehidupan masyarakat papua yang sering diikuti dengan benturan-benturan yang dimana dapat menempatkan masyarakat papua pada kondisi yang kurang beruntung dalam pembangunan itu sendiri realitas pembagunan provinsi papua,yang dilakukan selama,masih penempatkan papua sebagai wilayah dengan presentase jumlah penduduk masih tertinggi di indonesia,yang tidak perlu terjadi apabila kebijakan pembagunan yang di terapkan dan lebih berpihak pada masyarakat. Otonomi Khusus (Otsus) yang di payungi dengan UU no 21 tahun 2001, merupakan kepedulian pemerintahan indonesia secara sunggu-sunggu untuk membangun papua dengan berpatokan atau berorientasi pada karakteristik sosial dan budaya papua masyarakat papua, maka dengan itu dengan adanya otonomi khusus di papua sangat memberi peluang bagi masyarakat papua untuk dapat berkembangnya masyarakat dan wilayah papua secara komprehensif sehingga tertinggalnya keterbelakangan dapat di atasi dengan kerangka pembangunan yang tepat, dan spesifik lokasi dan daerah yang tepat dan terarah dan menuju ke pembangunan yang lebih baik.
Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di provinsi papua,indonesia, ibu kota kabupaten ini terletak di Mimika. Pada tanggal 18 maret tahun 2000 di resmikanlah perubahan status dari kabupaten administratif menjadi kabupaten definitif oleh gubernur provinsi papua Drs.J.P Salossa.M.Si berdasarkan Undang-Undang no.45 tahun 1999(Kum,2012:2). Di kabupaten ini terletak kecamatan tembagapura, tempat tambang emas terbesar di dunia milik PT. Freeport indonesia berada.kabupaten Mimika memiliki luas sekitar  21.633.00 km atau 4,75% dari luas wilayah provinsi papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.
Kabupaten Mimika terletak dibagian selatan provinsi papua.kabupaten ini semula adalah bagian dari kabupaten fak-fak dan dimekarkan sebagai kabupaten administratif pada tahun 1996, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 1996. Kemudia pada tahun 2000 Mimika beralih status menjadi kabupaten, yang berarti menjadi daerah otonom.
Penduduk asli Mimika terdiri dari berbagai macam suku. Namun suku yang terbesar adalah suku kamoro dan amungme. Disamping itu ada suku-suku yang dianggap “kerabat”pula oleh kedua suku tersebut adalah suku dani, moni, lani, damal, nduga, ekari, delem, kupel dan ngamun. Suku amungme mendiami wilayah bagian selatan pegunungan tengah papua atau di bagian wilayah mimika. Kesatuan wilayah tempat tinggal masyarakat amungme di sebut amungsa. Sedangkan suku kamoro.menempati wilayah selatan yang terdiri dari dataran rendah.tanah amungsa juga didiami oleh suku-suku lain seperti: moni, lani, damal, nduga, dan ekari yang berasal dari kabupaten jayawijaya. Mata pencaharian penduduk kabupaten mimika sekarang ini cukup beranekaragam seiring dengan perkembangan pemerintahan, perdagangan dan  pertambangan (freeport). Penduduk yang perdiam di tembagapura dan kuala kencana, sudah di pastikan adalah karyawan freeport yang berjumlah 17.000 jiwa. Selebihnya terdiri dari pegawai negeri/TNI, petani/nelayan dan pedagang/pengusaha. Penduduk aslinya baik amungme dan kamoro serta suku-suku kekerabatan lain, sebagian besar masih hidup dengan matapencaharian meramu atau bertani, dan sebagian masih nomaden, mencari makan dengan berburu, menangkap ikan dan memangkur sagu (sebagai makanan pokok)

Gambar 1.1
Pembagian Dana 1%

Dani, Damal, Nduga, Mee, Moni


Amungme dan kamoro
PTFI
                 (55%)                                                                    (45%)
    

(pembagian dana hibah 1%)
Konflik sosial (perang adat) antar suku di papua merupakan sebuah realitas yang berkembang secara alamiah dalam kehidupan masyrakat adat papua sejak turun-temurun. Hingga kini, perang suku memegang peranan yang sangat penting dalam proses penyelesaian masalah di wilayah pegunungan papua. Tetapi juga secara khusus di wilayah kabupaten mimika.penurunan frekuensi perang antar suku di papua terjadi di ahkir tahun 1940 dan mengarah pada perlawanan perang melawan penjaja (belanda-jepang). Pengkondisian kabupaten mimika sebagai daerah konflik telah berlangsung sejak PT. Freeport (PTF) beroperasi (1967) sebelum papua di integrasikan melalui sebuah penentuan pendapat rakyat (PEPERA) yang tidak demokratis dan tidak memenuhi standar internasional yang di yakini oleh PBB pada tahun 1969 operasi ini didukung oleh rejim orde baru yang meliteristik. Yang menjadikan kabupaten mimika (timika) tembagapura sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang menjadikannya sebuah objek vital nasional (OBVITASNA). Karena statusnya sebagai sebuah OBVITASNA, konsentrasi pasukan TNI dan POLRI di wilayah kontrak karya freeport (contract of work) benar-benar meroket sejak freeport beroperasi. Sampai-sampai kekuatan Militer di Wilayah operasi disejajarkan dengan sebuah kekuatan pada Komando Daerah Militer (KODAM), dalam masyarakat disebut KODAM Freeport. “Kedekatan” hubungan TNI-Freeport-POLRI mengakibatkan Freeport menganggarkan pos-pos dana khusus bagi kepentingan “keamanan”. Selama hubungan ini berlangsung telah terjadi begitu banyak kasus kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh TNI-POLRI, termasuk kejahatan lain yang dilakukan oleh Freeport sendiri (menyangkut kasus-kasus lingkungan hidup dan dukungan logistik lain dalam “operasi-operasi militer tertentu”).
Kompleksitas masalah yang ada di Timika, tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah setempat maupun PTFI Company.kondisi ini di biarkan berkembang dengan subur dari waktu ke waktu.masalah yang ditimbulkan oleh konflik sosial antar suku di kabupaten mimika bukan hanya menimbulkan kerugian harta benda dan kehilangan nyawa terhadap suku-suku yang bertikai saja tetapi juga menyebabkan kehilangan nyawa bagi suku-suku lain yang berada di sekitarnya yang mengalami gangguan terhadap kejiwaan masyarakat disekitar situ, yang menyebabkan rasa tidak aman dalam melakukan aktivitas keseharian mereka.dengan adanya rasa tidak aman dalam melakukan aktivitas inilah yang menyebabkan adanya hambatan dalam pembagunan. Contohnya penerbangan  di bandara mozes kilangin harus dihentikan sementara akibat lokasi perang suku dan bandara yang memiliki jarak sangat dekat. Kantor DPRD mimika untuk sementara tidak difungsikan akibat kerusakan yang di lakukan oleh massa. Pemerintah juga lambat dalam mengambil sebuah keputusan dalam mengatsi atau menyelesaikan konflik sosial antar suku di kabupaten mimika.
Kegiatan PTFI yang merupakan perusahan multinasional yang sangat moderen peralatannya menimbulkan perubahan sosial yang sangat cepat di kawasan kabupaten mimika. Ini berarti faktor-faktor materil nampak lebih nyata pengaruhnya terhadap perubahan sosial. Karena penggunaan alat-alat canggih memerlukan prasarana yang memadai dan penyesuaian sikap mental manusianya atau apalagi dengan adanya perubahan lingkungan hidup yang berpengaruh langsung terhadap sumber mata pencaharian penduduk.diperlukan perubahan nilai secara signifikan agar masyarakat tetap bisa bertahan hidup
Perubahan yang demikian cepat melahirkan konflik-konflik sosial yang makin tajam. Karena ketegangan meningkat.meningkatnya ketegangan di sebabkan situasi sosial yakni di dalam berinteraksi antar masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dan pemerintah maupun antara masyarakat PTFI masing-masing mendapatkan keuntungan sedangkan masyarakat sendiri merasa di rugikan sehingga,mengandung potensi konflik berupa persaingan dan tradisi peperangan antar suku sebagai perusahan modern PTFI di tuntut untuk bertindak secara rasional.sedangkan masyarakat sekitar masih masyarakat masih sangat tradisional sementara itu perubahan-perubahan yang tidak terhindarkan sehingga masyarakat adat makin sulit beradaptasi dengan situasi maupun nilai-nilai baru.
Dari sisi lain,theo van dan broek melihat bahwa sikap masyrakat terhadap PT.Freeport ( PTFI) mendua. Pada satu sisi menghendaki PTFI angka kaki dari tanah mereka atau dari kabupaten mimika pada sisi lain,masyrakat menuntut suatu dialog terbuka dengan perusahan tersebut. Atas dasar kenyataan ini Van dan Broek (1996:10) menyatakan Bahwa
Masalah bukan hanya terletak pada PTFI, tetapi juga pada perasaan masyarakat, mereka tidak siap menempatkan diri dalam segala perubahan yang terjadi. Ada kesan bahwa yang terjadi selama 30 tahun terakhir ini begitu cepat,sehingga mebinggunkan masyarakat setempat. Masyarakat asli kurang diberi kesempatan itu,sehingga mereka merasa kewalahan.
Pada umunya orang kurang menyadari bahwa penerapan teknoligi maju yang cenderung eksploitatif dan ekspansif itu tidak hanya menyebabkan perubahan pada lingkungan hidup alam melainkan lebih parah adalah perubahan lingkungan hidup sosial dan kebudayaan yang dapat menajdi kekuatan pembaharuan yang dmana masyarakat dapat menapilkan pmbaharuan sering mendapatkan reaksi pro dan kontrak.dimana reaksi kontrak dapat muncul dalam bentuk kekacauan atau pemberontakan, kerusuhan atau menunggu saat turunnya ratu adil dengan melakukan gerakan sosial dari permasalahan-permasalahan inilah yang menyebabkan penulis mengambil judul tentang “PENGARUH KONFLIK ANTAR SUKU TERHADAP PEMBANGUNAN DI KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA’’

Dari beberapa pokok permasalahan diatas kini muncul pernyataan sebagai berikut :
1.    Mengapa konflik antar suku sering terjadi di kabupaten mimika?
2.    Bagaiamana keterlibatan pemerintah daerah dan staekholder lainnya dalam mengatsi konflik sosial antar suku di kabupaten mimika?
3.    Bagaimana keterlibatan lembaga masyarakat amungme (LEMASA), lembaga masyarakat kamoro (LEMASKO) dan Yayasan Hak Asasi Manusia dan Anti Kekerasan (YAHAMAK) dalam menilai dan mengkaji konflk yang terus terjadi di Kabupaten Mimika?
4.    Bagaimana keterlibatan tokoh agama (gereja) dalam menyikapi konflik sosial di Kabupaten Mimika ?
5.    Apa yang menyebabkan sehingga sering terjadi konflik di Kabupaten Mimika?
Dari beberapa pernyataan di atas menunjukan bahwa keterlibatan semua pemangku kepentingan sangat besar dalam meredam konflik sosial di mimika, sehingga sudah semestinya upaya penyelesaian?
Dari beberapa pertanyaan diatas menunjukan bahwa keterlibatan semua di Mimika. sehingga sudah semestinya upaya penyelesaian konflik sosial yang melibatkan hukum adat tidak perlu dilakukan dalam lingkup masyarakat yang menganut peradaban modern, karena hukum adat hanya berlaku dalam ringkatan masyrakat yanag berada di satu wilayah tertentu,tidak seharusnya hukum adat diperlakukan di masyarakat yang majemuk seperti kabupaten Mimika saat ini.

1.2. Permasalahan
1.2.1. Identifikasi Masalah
         Sesuai dengan penjelasan pada latar belakang penelitian diatas, maka dalam penulisan rancangan penelitian ini penulis mengindentifikasikan masalah-masalah yang menjadi pemicu konflik sosial antar suku serta pengaruhnya terhadap kebijakan pembagunan di kabupaten Mimika provinsi Papua adalah sebagai
Berikut:
1.    Adanya rasa tidak aman,rasa takut, kekhawatiran kerusakan lingkungan,kerugian harta benda,korban jiwa dan trauma yang dialami oleh masyarakat ;
2.    Adanya diskriminasi dalam pengelolahan dana hibah dari PT Freeport indonesia yang di kelolah oleh LPM-AK (Lembaga Pengembangan Masyarakat-Amungme Kamoro) dapat melahirkan kecemburuan sosial dalam suku-suku kekerabatan (suku : Mee,Moni,Nduga,Damal,Dani) terhadap suku pemilik hak ulayat resmi ( suku Amungme dan Kamoro):
3.    Kurangnya perhatian pemerintahan Daerah dalam menyelesaikan Konflik sosial antar suku dapat mempengaruhi upaya pembangunan masyarakat yang dilakukan pemerintah daerah dalam terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika;
4.    Pemerintah kurang peka dalam menyelesaikan konflik yang terjadi hampir tiap tahun di kabupaten Mimika
5.    Penyelesaian konflik sosial antar suku di Kabupaten Mimika masih menggunakan hukum adat.
1.2.2. Pembatasan Masalah
           Untuka memudahkan peneliti dalam menganalisa permasalahan ini. Maka masalah perlu dipersempit dengan melakukan pembatasan masalah dalam penulisan usulan penelitian ini. Sehingga penulis hanya akan membahas masalah yang terkait dengan adanya rasa tidak aman,diskriminasi dan kurangnya perhatian dirasakan oleh masyarakat, terhadap peran pemerintahan dalam menyelesaikan konflik antar suku dengan serius yang sering terjadi serta dampaknya terhadap pembangunan di Distrik Kwamki Narama khususnya dan Kabupaten Mimika pada umumnya.
1.2.3 Rumusan Masalah
        Mengamati identifikasi masalah diatas,maka penulis dapat merumuskan masalah adalah sebagai berikut:
1.    Bagaiman peran Pemerintah swasta, lembaga adat, serta tokoh agama dalam mengatasi konflik social antar suku di kabupaten Mimika
2.    Kendala apa yang mengakibatkan sehingga terjadinya konflik antar suku di kabupaten mimika ?
3.    Bagaimana upaya pemerintah utntuk menyelesaikan konflik yang terjadi  ?
1.3. Maksud dan Tujuan
 1.3.1. Maksud
          Maksud dari pelaksanaan magang yang dilakukan adalah untuk:
1.    Mengetahui dan menganalisis peran pemerintah, swasta,lembaga adat serta tokoh agama dalam mengatasi konflk sosial antar suku di Kabupaten Mimika Provinsi Papua
2.    Mengetahui dan mengabalisis akar permasalahan dari konflik sosial antar suku dan penyelesaian atau memecahkan konflik antar suku.
1.3.2 Tujuan
        Tujuan dari kegiatan magang yang dilakukan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua adalah sebagai berikut:
1.    Dapatkah kebijakan Pembangunan di Pemerintah Kabupaten Mimika menyelesaikan konflik sosial antar suku.
2.    Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika Dalam mengatasi konflik sosial antar suku

1.4 Kegunaan
1.4.1  Kegunaan Teoritis
Menambah rujukan teori tentang trauma pada masyrakat karenan adanya konflik atau perang yang membuat masyarakat atau warga setempat resa dan terganggu dengan konlfik yang terjadi
1.4.2 Kegunaan Praktis dan Lokasi Magang
         Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi lembaga institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terutama bagi praja sebagai bahan bacaan dalam mengkaji dan mempelajari masalah-masalah yang sering terjadi dalam masyarakat sehingga praja sebagai aparatur pemerintaha dalam mengambil atau membuat kebijakan yang tepat.

1.5.  Definisi Konsep Praktis Dan Operasionalisasi Konsep
1.5.1 Konflik
            Konflik adalah perseteruan atau benturan fisik dengan kekerasan antar dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidak amanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional menghambat pembagunan di kabupaten mimika.
       Perang suku yang sering terjadi dikabupaten Mimika antara
Suku-suku pedalaman (suku; Amungme, Dani, Moni, Mee, Nduga, Damal) merupakan konflik antar suku pedalaman yang bertikai dengan menggunakan alat perang tradisional seperti anak panah dan busur, dimana dalam penyelesaiannya ,menggunakan hukum adat. Perang suku sudah terjadi sejak zaman nenek moyang, dianggap sebagai salah satu solusi dalam penyelesaian masalah (segala masalah hanya dapat diselesaikan melalui perang suku) atau dalam istilahnya “angkat panah’’ keenam suku ini merupakan suku-suku kekerabat dimana memiliki kesamaan dalam kebudayaan, dan adat-istiadat dan mereka percaya bahwa mereka berasal dari satu nene moyang. Misalnya perang suku yang terjadi di distrik kwamki narama (dulu Kwamki Lama) antara suku dani dan suku damal secar tidak langsung adanya keterlibatan di suku-suku kekerabatan lainnya dimana mereka bagi dalam kubu dimana suku Amungme dan Mee gabung ke kubu Dani dn suku Nduga dan Moni gabung kubu Damal.
1.5.2 Pembagunan
Pembagunan adalah: untuk kepentingan umum. Pembagunan untuk kepentingan ini harus terus diupayakan pelaksanaannya seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk sehingga negara kita dapat mencapai tingkat kemakmuran yang lebih memadai.Penduduk yang semakin bertambah dengan tingkat kemakmuran yang semakin baik,tentunya membutuhkan berbagai fasilitas umum, seperti jaringan transportasi,fasilitas pendidikan,peribadatan,sarana olahraga,fasilitas komunikasi,fasilitas keselamatan umum,dan sebagainya.
Pembagunan fasilitas-fasilitas umum seperti tersebut di atas memerlukan tanah sebagai wadahnya,pada saat persediaan tanah masih luas, pembagunan fasilitas umum tersebut tidak menemui masalah.Tetapi,persoalannya tanah merupakan sumber daya alam yang sifatnya terbatas dan tidak pernah bertambah luasnya.Tanah yang tersedia sudah banyak yang dilekati dengan hak ( tanah hak).Sementara itu,tanah negara sudah sangat terbatas persediannya.
Pada masa sekarang ini adalah sangat sulit untuk dilakukan pembagunan demi kepentingan umum di atas tanah negara.Dan,sebagai jalan keluar yang ditempuh adalah dengan mengambil tanah-tanah hak.Kegiatan”mengambil” tanah(oleh pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembagunan untuk kepentingan umum) inilah yang kemudian disebut dengan pengadaan tanah. Hal ini sudah diterapkan negara dalam perpres RI No.65 Tahun 2006.Perpres ini merupakan pembaharuan dari pepres sebelumnya,yakni perpres No.36 tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum.

Akhirnya Kata Mohon Ijinkan Jangan mempublikasikan kopy paste di media Publik Tulisan By Abdon Sambom kecuali anda mengambil sebagai materi pembacaan Dan Tugas-tugas atau madalah tidak mengapa silahkan saja.  

Rabu, 24 April 2019

LAPORAN KEGIATAN MAGANG PERPUSTAKAAN FESSOSPOL UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA USTJ

         
LAPORAN KEGIATAN MAGANG
            PERPUSTAKAAN FESSOSPOL
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
USTJ

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Menempuh Setiap Mata Kuliah Hubungan Internasional


Description: logoUSTJ.png
Disusun Oleh :
Abdon Sambom
14831011

PROGRAM STUDI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS FESSOSPOL
ILMU EKONOMI, SASTRA DAN SOSIAL POLITIK
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
2018

LEMBAR PERSETUJUAN
PERPUSTAKAAN FESSOSPOL
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA

Laporan Akhir Magang ini telah diterima dan disahkan guna memenuhi Mata Kuliah pada Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ekonomi, Sastra, dan Sosial Politik Universitas Sains dan Teknologi Jayapura 

Disusun Oleh :

    Nama : Abdon Sambom

N. P. M: 14831011
       Program Study: Ilmu Hubungan Internasional
                               Jenjang Program: Strata satu (S-1)


INSTITUSI MAGANG  :


PERPUSTAKAAN FESSOSPOL
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA

Jayapura 30 April 2018
Ketua Tim Magang


DANIAL DARWIS. S.IP,MA
………………………
  NIDN: 1404038601

LEMBAR PENGESAHAN

PERPUSTAKAAN FESSOSPOL
UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA

Nama: Abdon Sambom

N. P. M: 14831011
       Program Study: Ilmu Hubungan Internasional
                               Jenjang Program: Strata satu (S-1)

Telah Disetujui Oleh:

        Dosen Pembimbing,                                                  Dosen Penguji,



YAKOP TASIK S.IP,M.KP                         DANIAL DARWIS .S.IP,MA
NIDN :1216098103                                         NIDN :1404038601


Mengetahui
Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
Ketua,


Yakop Tasik, SIP, M.KP
NIDN : 1210118302



BERITA ACARA HASIL PRESENTASI MAGANG

Berdasarkan ketentuan program magang yang telah  ditetapkan oleh
Pengelola Magang maka:   
Nama Mahasiswa             : Abddon sambom
Nomor Mahasiswa           : 14831011
Institusi Magang              : Perpustakaan Fessospol 
Telah melakukan Presentasi atas hasil akhir magang pada:
Hari                                  : Kamis
Tanggal                            : 13 Desember 2018
Tempat                             : Ruangan Prodi Hungan Internasional
Mengetahui Dosen Pengelola Magang
1.      Danial Darwis, S. IP, MA                          : ………………………

2.      Yakop Tasik, S.IP, MKP                           :……………………….


Jayapura, 30 April 2018

Ketua Tim Magang




DANIAL DARWIS,S.IP.MA
NIDN :1404038601





KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena
 atas  rahmat dan karunianya sehingga Saya telah melaksanakan kegiatan magang di Perpustakaan Fessospol Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Ustj maka saya dapat menyusun laporan magang dengan baik.
Saya menyadari laporan magang yang disusun masih jauh dari kesempurnaan, akan tetapi dengan adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga hambatan tersebut dapat teratasi.dan telah menyelesaikan.Untuk itu pada kesempurnaan ini, Saya hendak mengucapkan banyak.Terima kasih.
kepada:
1.      Dr. Yuyun N. Ali Kastela, M.Pd sebagai Rektor USTJ.
2.      Peliman Ndibau, S.Sos, MA sebagai Dekan Fakultas Fessospol.
3.      Yakop Tasik, S.IP,M.KP selaku Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional yang telah memberikan dukungan kepada kami untuk melaksanakan magang di Perpustakaan Fessospol.
4.      Aria Aditya Setiawan, S.IP, M.Si selaku Ketua Tim Magang yang telah banyak membantu dan mendukung kami.
5.      Kepada Ka. Lab Legislasi  Perpustakaan Fessospol Universitas Sains dan Teknologi Jayapura telah menerima saya untuk Magang di Perpustakaan  Fessospol.
6.      Selaku Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional  Bapak Yakop Tasik,S.IP.Mkp yang mana banyak telah membantu saya selama saya Magang di Perpustakaan Fessospol saya mengucapkan banyak terima kasih.



7.      Bapak Aria Aditya Setiawan,S.IP sebagai Dekan Fakultas Fessospol Ilmu Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik 
8.      Ibu Upi sebagai Tim Pemimbing Magang
9.      Teman-teman magang di Perpustakaan Fessospol.
10.    Navin Louw dari Jurusan Akuntansi
11.  Nadya Manuputy Dari Jurusan Sastra Inggris
12.   Jean F. Sadubun dari Jurusan Ilmu Komunikasi
13.  Abdon sambom dari Jurusan Ilmu Hubungan Internasional  dan bersama dengan teman-teman akan melakukan kegiatan Program magang selama  kurang lebihnya 30 hari kerja  Di Perpustakaan Fessospol.
14.  Teman teman magang di Perpustakaan mereka adalah terlebih khusus rekan magang bersma saya di perpustakaan Fessospol
15.  Semua rekan-rekan Ilmu hubungan Internasional khususnya angkatan 2014 yang selalu mendukung dan motivasikan saya.
Pada akhirnya Saya menyadari bahwa  manusia tidak luput dari kesalahan..
oleh sebab itu untuk  menyempurnakan laporan magang,
saya sangat mengharapkan motivasi dan saran masukan yang bersifat untuk. membangun dari semua pihak. Kiranya hasil laporan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca.


Jayapura 30 April 2018
                                                                                                   Penulis

Abdon Sambom


DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN……………………………………………….……...
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………….…..ii
LEMBAR PENILAIAN………………………………………………………...iii
LEMBAR BERITA ACARA PRESENTASI HASIL MAGANG……………iv
KATA PENGANTAR……………………………………………………….…..vi
DAFTAR ISI………………………………………………………………........vii
BAB I. PENDAHULUAN                                                                                      I
A. Latar Belakang………………………………………………………………….I
B. Maksud dan Tujuan Magang…………………………………………………...2
C. Waktu dan Lokasi Tempat Magang……………………………………………3
BABll. PROFIL FAKULTAS FESSOSPOL                                                       4
A. Sejarah Organisai Fakultas Fessospol ………………………………………....5
B. Tugas dan Fungsi Organisasi Fakultas Fessospol……………………………...6
C. Struktur Organisasi  Fakultas Fessospol ………………………………………7
a. Keberadaan Fakultas Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik (FESSOSPOL) …….8
b. Landasan Pendidikan…………………………………………………………...9
c.Arah dan Peran Fessospol..........……………………………………………….10
d.
Tujuan proses pendidikan di Fessospol.............................................................11
e. Fungsi Organisasi Fakultas Fessospol…………………………………………12
D. GAMBARAN UMUM  ………………………………………………………13
BAB lll. KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA MAGANG………...14
A. Program Magang……………………………………………………………...15
    B. Kegiatan Selama Magang…………………………………………………..16
1. Mengetik dan Memotong Kartu Kantong Buku Perpustakaan………………..17
2. Menuliskan Tanggal &nama Mahasiswa yang masuk baca buku di Perpustakaan….………………………………………………………………….183.
Membuat kartu Mahasiswa di Perpustakaan Fessospol
………………………........19
4.Untuk melakukan penyusunan buku dengan rapi  di setiap lab  buku-buku….........20
5. Menempelkan kartu kantong buku di bagian belakang buku………………….21

C. Program Kerja                                                                                                22
BAB IV. Evaluasi Program Kerja……………………………………………..23
A. Evaluasi…………………………………………………………….……........24
1. Kekuatan Lembaga……………………………………...……………………...5
2. kelemahan Lembaga…………………………….…………………………….26
3. peluang Lembaga…………………..………………………………………….27
 4. Institusi Lembaga………………..……………………………………………28
5. Tabel Analisis Swot………………………………………….………………..29
BAB V. PENUTUP                                                                                               30
1. Kesimpulan……………………………………………………………………31
2. Saran…..……………………………………………………………………….32
3. Daftar Pustaka…………………………………………………………………34








VI
BAB l
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mengingat program magang sangat penting bagi  mahasiswa/i tingkat akhir pada Universitas sehingga para mahasiswa/I diwajibkan untuk mengikuti magang demi penyempurnaan penilaian secara akademik.
Perpustakaan Fessospol Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura.berkaitan langsung dengan disiplin Ilmu Hubungan Internasional.
dalam hal untuk mempelajari Ilmu pengetahuan yang ada pada di Buku-buku perpustakaan fessospol.
Sengaja kami memilih sebagai tempat magang, karena keinginan kami adalah untuk cara bagaimana mengetahui prosedur mengenai Perpustakaan fessospol dan antara struktur-struktur yang ada di lima  Jurusan dari satu Fakultas Fessospol dan Struktur-struktur yang ada di Rektorat.
kami mahasiswa/I yang selalu belajar agar dapat mendalami mengenai lembaga pendidikan yang dilakukan oleh Bapak Ibu Dosen dari satu lembaga di setiap Fakultas dan jurusan yang ada dalam bidang masing-masing.
adalah untuk banyak pelajaran dan pengalaman penting yang dipelajari oleh setiap mahasiswa/iuntuk dapat memahami lalu  kami dapat pekerja kegiatan , kegiatan magang pembuatan kantong  buku perpustakaan dan membuat kartu.
Perpustakaan dan mengikuti kegiatan Yudisium dan kegiatan-kegiatan lain bersama Bapak Ibu Dosen  di Kampus akademik.






B.     Tujuan dan Manfaat Magang
Tujuan dan manfaat magang
Adapun maksud dari pelaksanaan magang adalah sebagai berikut:
a.       Mahasiswa dapat merasakan langsung bekerja pada suatu Institusi.
b.      Mempersiapkan mahasiswa mengenal dunia kerja.
c.       Untuk Mengetahui  lingkungan kerja yang sebenarnya.
d.      dalam suatu institusi.
e.       Untuk mengetahui proses-proses kerja yang terdapat di suatu institusi  proses kerja. yang dimaksud adalah bagaimana hasil tenaga kerja.
f.       kedisiplinan dan keselamatan kerja yang diwujudkan.
g.      Membandingkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan pelaksanaan magang di suatu institusi.
h.      Untuk memperoleh pengetahuan dari tempat magang.
i.        Mengaplikasikan kemampuan praktik.
j.        yang diperoleh di perkuliahan ke dunia institusi.
Manfaat Diadakannya Magang Adalah.
Sebagai Berikut:
Manfaat Bagi Mahasiswa:
a.       Mahasiswa dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
b.      Menambah wawasan setiap mahasiswa mengenai dunia kerja.
c.       Menambah dan meningkatkan keterampilan serta.
d.      keahlian di bidang Praktek.






Manfaat Bagi Universitas Sains dan Teknologi Jayapura:
a.       Adanya kerja sama antara” bilateral” antara Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura dengan tempat Praktek pada suatu Institusi tersebut dikenal oleh kalangan akademik.
b.      Universitas akan dapat meningkatkan kualitas lulusannya
c.       melalui pengalaman kerja magang.
d.      Universitas yang akan dikenal di dunia kerja.
Manfaat Bagi Instansi :
a.       Adanya kerjasama antara dunia pendidikan dengan dunia institusi  yang terkait sehingga institusi  tersebut dikenal oleh kalangan akademisi.
b.      Adanya kritikan-kritikan yang membangun dari mahasiswa-Mahasiswi  yang melakukan praktek magang.
c.       Institusiakan mendapat bantuan tenaga
d.      dari mahasiswa/mahasiswi yang melakukan praktek.
e.       Adanya orang yang mengaudit institusi tanpa mengeluarkan biaya dengan laporan-laporan magang yang diberikan kepada Institusi  yang terkait.










BAB ll . PROFIL FAKULTAS FESSOSPOL
A. Sejarah Organisasi
Sejarah Berdirinya Fakultas Ekonomi, Sastra, dan Sosial Politik (FESSOSPOL)
1.      Keberadaan Fakultas Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik (FESSOSPOL) tidak terlepas dari sejarah perjalannan USTJ itu sendiri.
2.      Sejak Perubahan bentuk kelembagaan dari Institut menjadi Universitas pada tanggal 1 Oktober 2003, USTJ membuka beberapa jurusan dan program studi baru baik di bidang keteknikan maupun bidang sosial dan humaniora.
Dengan perubahan bentuk kelembagaan tersebut, USTJ. mengelompokkan jurusan-jurusan yang ada ke dalam 5 Fakultas,yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Industri dan Kebumian (FTIK), Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen (FIKOM), Fakultas Teknik Lingkungan dan Kesehatan (FTLK), dan Fakultas Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik (FESSOSPOL).
Seiring dengan itu, khusus jurusan dan program studi bidang sosial dan humaniora dikelompokkan menjadi satu rumpun dan bernaung di bawah.
satu Fakultas tersendiri, yaitu FESSOSPOL. Fessospol saat ini mengelola
 5 jurusan untuk program sarjana/ Strata Satu (S1),
yaitu Jurusan Ilmu Pemerintahan, Jurusan Hubungan Internasional, Jurusan Ilmu Komunikasi, Jurusan Akuntansi, dan Jurusan Sastra Inggris.






3.      Landasan Pendidikan
            Landasan utama penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik  (FESSOSPOL) adalah:
·         Landasan Idiil adalah Pancasila
·         Landasan Konstitusional adalah Undang-Undang Dasar 1945
·         Landasan Operasional adalah Undang-Undang Pendidikan, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi yang relevan dan berlaku di Indonesia.
4.      Arah dan Peran FESSOSPOL
Fakultas Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik (FESSOSPOL) diarahkan dapat berperan sebagai:
a.       Pusat Pemeliharaan, Penelitian, serta Pengembangan Ilmu sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
b.      Tempat mendidik para mahasiswa agar beriman dan bertaqwa
c.        serta berkepribadian yang luhur.
d.      Tempat mendidik para mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian dan memiliki jiwa besar terhadap masa depan bangsa dan Negara Indonesia.
e.       Tempat membina mahasiswa, sehingga bermanfaat bagi pembangunan nasional dan pembangunan daerah. 







Visi dan Misi FESSOSPOL
Visi:
Menjadikan Fakultas Ekonomi, Sastra, dan Sosial Politik USTJ sebagai pusat penyiapan tenaga-tenaga yang terampil dan professional di bidang akuntansi, sastra Inggris, pemerintahan, hubungan internasional,
dan komunikasi yang diakui secara nasional dan memiliki daya saing tinggi di kawasan Indonesia Timur di tahun 2025.
Misi:
a.         Melaksanakan prosespendidikan yang bermutu guna menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan intelektual, spiritual
b.         dan emosional yang tinggi sehingga mampu hidup mandiri di tengah-tengah persaingan yang semakin kompetitif di lingkungan masyarakat.
c.         Melaksanakan penelitian dan kajian-kajian strategis
d.        di bidang ekonomi/akuntansi, bahasa/sastra, pemerintahan, hubungan internasional, dan komunikasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah di tanah Papua.
e.         Melaksanakan kerja sama/kemitraan dengan institusi lain guna mendorong peningkatan kualitas proses pendidikan,
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.  
f.          Membangun manajemen dan pengelolaan organisasi yang demokratis, transparan, akuntabel, efektif dan efisien sebagai implementasi dari “good university governance” dengan
g.         pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat.
h.         Pemenuhan sumber daya yang memadai dan penciptaan suasana akademik.
yang kondusif guna mendukung terwujudnya proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu.          


1.      Tujuan proses pendidikan di Fessospol 
Proses pendidikan di FESSOSPOL dilaksanakan untuk menghasilkan lulusan/sarjana yang memiliki:
a.       Menghasilkan lulusan yang:
a.       Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi.
b.      Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologiserta dinamika perubahan sosial dan kemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya.
c.       Mempunyai kemampuan untuk menerapkan pengetahuan serta ketrampilan teknologi yang dimilikinya.
d.      Menguasai dasar-dasar ilmiah serta pengetahuan dan metodologi sehingga mampu menemukan, memahami,
menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian yang ada di dalam kawasan keahliannya.
e.       Mengusasai dasar-dasar ilmiah sehingga mampu berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang lulusan perguruan tinggi.
f.       Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
dan ketrampilan sesuai dengan bidangnya.
b.      Menghasilkan penelitian yang dapat memperkaya khasanah keilmuan dengan menemukan konsep, model,
c.        dan paradigma baru di bidang ekonomi,
sastra/bahasa inggris, pemerintahan, komunikasi.
dan hubungan internasional yang berbasis pada moral.
dan etika dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat serta menunjang pembangunan regional maupun nasional.
d.      Melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk pembinaan, bimbingan dan konsultasi dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan serta melakukan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada moral dan etika.


C.     Tugas dan Fungsi FESSOSPOL
D.    Sejak Perubahan bentuk kelembagaan dari Institut menjadi Universitas pada tanggal 1 Oktober 2003, dan dengan  ditetapkannya  ijin operasional jurusan dan program studi baru baik di bidang keteknikan maupun bidang sosial dan humaniora, maka berdasarkan SK. Ketua Yayasan Bhunneka Tunggal Ika Nomor. 162 /D./O/2003, khusus jurusan dan program studi bidang sosial dan humaniora (non keteknikan), yakni Jurusan Akuntansi, Sastra Inggris, Ilmu Pemerintahan, Jurusan Hubungan Internasional, dan Jurusan Ilmu Komunikasi dikelompokkan menjadi satu rumpun dan bernaung di bawah satu Fakultas tersendiri, yaituFESSOSPOL. PersonaliaSusunan personalia yang ada di lingkungan FESSOSPOL adalah sebagai berikut: 
§  Fakultas
Dekan                                         :  Peliman Ndibau, S.Sos, MA
      Wakil Dekan                              :  Aria Aditya Setiawan, S.IP. M.Si.
      Kepala Lab                                 :  Henry Aristya Sandi, S.Pd
      Kepala Tata Usaha                     :  Ayu Nilasari Damanik, S.Sos
§  Jurusan-Jurusan
·         Jurusan Akuntansi
Ketua Jurusan                      :  Apner Siang, SE., MM
Sekretaris Jurusan                :  Taufik Rachman, SE. MM
·         Jurusan Sastra Inggris
Ketua Jurusan                      :  Emon Paranoan, SS, M.Hum
3
 
Sekretaris Jurusan                :  Heribertus Mangu, SS
·         Jurusan Ilmu Pemerintahan
Ketua Jurusan                      :  Bonefasius Bao, S.IP, MA
Sekretaris Jurusan                :  Viktor Auparay, S.IP.,M.KP
·         Jurusan Hubungan Internasional
      Ketua Jurusan                      :  Yakop Tasik, S.IP., M.KP
Sekretaris Jurusan                :  Danial Darwis, S.IP., MA
·         Jurusan Ilmu Komunikasi
Ketua Jurusan                      :  Margareth Dyah, S.Sos., MA
                                 Sekretaris Jurusan                            :  Robinhot Sagala, SE., M.Si

E.     STRUKTUR ORGANISASI 
FAKULTAS EKONOMI, SASTRA DAN SOSIAL POLITIK (FESSOSPOL).USTJ





Text Box:  Unit Penjaminan Mutu
 (UPM) Fakultas
Text Box:                Dekan 
Peliman Ndibau. MA

 












Rounded Rectangle: Ka. Perpustakaan Fakultas 
Syamsuddin Usman, M.KP
 



























Keterangan :
        
             : Garis Komando
             : Garis Koordinasi




D. Gambaran Umum
Adapun Tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan magang adalah sebagai berikut:
a.       Untuk mengenal dunia kerja dan mencoba kemampuan
b.      yang dimiliki oleh mahasiswa selama berada dibangku perkuliahan.
c.       Mengenal dan memahami mengenai tentang tugas-tugas
d.      dan fungsi pokok perpustakaan Fessospol.
e.       Memberikan pengetahuan dan pengalaman baru selaku
f.       mahasiswa di dunia pendidikan.
C.  Waktu dan Lokasi Tempat  Magang
. Waktu Magang
Jam kerja Pukul  08:00-15:00
Text Box: LAPANGAN   TRIKORA   JALAN RAYA JAYAPURA SENTANI  KORAMIL 172/WPY Tempat Magang
Sehubungan dengan Surat Penembatan pelaksanaan program magang  di Perpustakaan Fessospol maka kami memulai magang  pada tanggal 12 February 2018 sampai dengan  30 Maret 2018  dan waktu yang telah diberikan terlaksanakan kegiatan magang yakni 5 hari kerja dalam seminggu.


 



Text Box: FAKULTAS GEOLOGI Text Box: FAKULTAS  FESSOSPOL



















 







BAB  IV : KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA MAGANG
A.   Program Magang
Adapun kegiatan  rutinitas yang dilakukan selama magang 30 hari kerja di Perpustakaan Fessospol yang mana telah dilaksanakan dari tanggal 12  Februari sampai 30 Maret 2018 adalah melakukan pembuatan kartu kantung buku di Perpustakaan Fessospol dan akan melakukan benempelan  di setiap samping buku-buku yang ada di Akuntansi dan Hubungan Internasional  dengan dimaksud menuliskan tanggal peminjaman buku dan tanggal pengembalian buku dan  disusun rapi sesuai dengan nomor buku dari akuntansi tetap simpan di lab buku  Akuntansi dan dari HI tetap simpan di lab buku HI
B.   Kegiatan Selama Magang
Adapun kegiatan selama magang di perpustakaan fessopol
a.       Mempotong kertas kantong buku di Perpustakaan Fessospol.
b.      menuliskan Tanggal dan nama Mahahasiswa yang masuk untuk membaca buku di Perpustakaan Fessospol.
c.       membuat kartu Mahasiswa di Perpustakaan Fessospol
d.      Untuk melakukan penyusunan buku dengan rapi  di setiap lab  buku-buku di  Perpustakaan Fessospol.
e.       Menempelkan kartu kantong buku di bagian belakang buku di Perpustakaan Fessospol






C. Program Kerja
a.       Mengisi  absensi pagi dan sore melakukan pembersihan ruangan Perpustakaan Fessospol dan atur Meja kursi yang ada dalam ruangan Perpustakaan Fessospol dengan susun rapi dan  teratur baik.
b.      Menuliskan tanggal peminjaman buku dan tanggal pengembalian buku di Perpustakaan Fessopol  dari setiap  Bapak Ibu Dosen.
c.        Menuliskan tanggal peminjaman buku dan tanggal pengembalian buku di Perpustakaan Fessopol  dari setiap  Mahasiswa/I. ustj
d.      Melakukan pembuatan kartu Mahasiswa/idi Perpustakaan Fessospol.
e.       Mengikuti kegiatan selama magang kami banyak terlibat di dalam kegiatan di kampus Akademisiyaitu; kegiatan Yudisium yang diselenggarakan oleh Bapak Ibu Dosen serta Mahasiswa/I di kampus Universitas Sain dan Teknologi Jayapura USTJ dan mengikuti rapat di lingkungan Kampus Akademik. 
f.       Dan teman-teman magang di Perpustakaan Fessospol  Adalah Navin Louw,
Nadya Manuputy , Jean F. Sadubun, Abdon sambom  dan bersama  dengan  teman-teman ini kami akan melakukan kegiatan Program magang selama  kurang lebihnya, 30 hariKerja di, Perpustakaan Fessospol mereka adalah terlebih khusus rekan magang bersama saya di perpustakaan Fessospol.









Program kerja magang sendiri dilakukan selain untuk penilaian akademik juga untuk mengetahui tentang hal-hal yang belum diketahui dan dapat dari berkuliahan, yang selama dilakukan kiranya, dari program magang yang telah terlaksana agar dapat menjadi bekal dan pengalaman untuk bagi kami Mahasiswa yang melakukan kegiatan magang  dimana suatu saat nanti  ketika kami ditempatkan di lapangan kerja agar mudah kami dapat melaksanakan pekerjaan.
a.       Ataupun suatu pengalaman yang  kami dapat selama magang di Perpustakaan Fessospol. Adalah menjadi suatu maksud untuk menyelesaikan  dalam mata kuliah magang.
Dan di ruang perpustakaan fessospol adalah setiap mahasiswa/I dari 5 Jurusan selalu masuk baca-baca buku belajar di perpustakaan dan  melakukan pembuatan kartu perpustakaan dari setiap mahasiswa/I  dan melakukan  peminyaman buku dengan sendirinya, tentukan tanggal pengembalian  buku di perpustakaan fessospol.
b.      Dan  memang ruangannya Perpustakaan Fessospol sangat menyenangkan untuk bagi Bapak Ibu Dosen dan untuk bagi setiap mahasiswa/I  untuk dapat mempelajari tentanng Ilmu dan pengetahuan di perpustakaan Fessospol   Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura.
c.       Dan bagi kami Mahasiswa yang melakukan kegiatan magang di perpustakaan Fessospol juga sangatlah memuaskan dimana kami akan melakukan praktek magang selama 4 minggu 30 hari kerja di Perpustakaan Fessospol Ustj kami dapat mempelajari tentang cara-cara  pembuatan kartu kantong buku dan pembuatan Kartu Perpustkaan Mahasiswa/I  dan kami juga kadang-kadang saat melakukan praktek baca-baca buku yang ada di perpustakaan Fessospol maka kami, banyaklah sudah menambah pengetahuan dan pengalaman.
d.      Tanpa membaca buku dan  praktek sehingga itu, menjadi seuatu bekal pengalaman bagi kami untuk terjun ke dunia lapangan kerja.


 BAB Vl : EVALUASI PROGRAM KERJA
A. Evaluasi
adalah suatu proses selama magang yang dilakukan oleh mahasiswa  untuk mengukur atau menilai kemampuan mahasiswa dalam menguasai praktek selama kegiatan magang.
    1. Kekuatan Lembaga
Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura Fakultas Fessospol yang terdiri dari  5-Jurusan
·         Jurusan Akuntansi
·         Jurusan Sastra Inggris
·         Jurusan Ilmu Pemerintahan
·         Jurusan Ilmu Hubungan Internasional
      Jurusan Ilmu Komunikasi
Adalah Dosen-Dosen yang selalu Aktif mengajar dan Mahasiswa/I juga selalu aktif mengikuti proses berkuliahan pada 5 Jurusan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura  adalah sebuah Universitas yang berada di Provinsi Papua.
2. kelemahan Lembaga
Selama kegiatan magang yang dilaksanakan yakni oleh Abdon sambom di Perpustakaan Fessospol Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.
  cara bagaimana telah mengikuti proses kegiatan selama Magang 4 Minggu 30 hari kerja di Perpustakaan Fessospol Bahwa pada Fakultas Fessospol terdiri dari 5 Jurusan kurangnya, adalah Fasilitas kampus untuk belajar sepertinya, Komputer di Perpustakaan selain komputer buku-bukunya memang lebih banyak sehingga Mahasiswa/I menjadi sulit cara bagaimana untuk bisa melakukan proses belajar
teoritanpapraktek.Di kampus agar supaya setiap mahasiswa/I yang terjun di dunia kerja tidak menjadi sulit.
1.      Tidak penambahan Dosen-dosen.
2.      Adanya Dosen-dosen yang tetap.
3.      Tidak adanyaDosen-Dosen pembantu untuk mengajar maupun yang akan datang.


3. peluangLembaga:

peluang lembaga Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.
adalahPembayaran Uang semester yang dilakukan oleh setiap Mahasiswa/I dalam setiap semester melalui secara administrasi Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.
dari pemasukan uang itu, akan dilakukan pembayaran.
gaji Setiap Bapak Ibu Dosen  yang aktif mengajar di kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura adalah gaji dibayarkan setiap bulan sesuai dengan untuk penerimaan gaji perbulanan ini sering di sebut gaji induk. Dosen-dosen juga mempunyai tunjangan jabatan selain kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura dengan berdasarkan peraturan Pendidikan yang berlaku  di Indonesia.
e.       Institusi Lembaga:

Universitas Sains dan Teknologi Jayapura.

a) Sub Bidang kerjasama
lembaga kampus USTJ dengan Pemerintah Provinsi Papua.Mempunyai Tugas Pokok.Menyiapkan Sumber Daya Manusia.(SDM)  di Papua.
Kebijakan,  Pemerintah Provinsi Papua pengendalian,
pengawasan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pendidikan hubungan kerjasama Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan potensi pembangunan dan SDM di  Provinsi Papua
b) Uraian tugas sub bidang pendidikan kerjasama Pemerintah.
Mengumpulkan data Mahasiswa/I
 Peraturan-perundang-undang, pendidikan kebijakan, teknik, pedoman dan petunjuk pelaksanaan serta bahan-bahan lain berhubungan dengan bidang pendidikan luar negeri;



c. Menyusun kerja laporan tahunan Jumlah Mahasiswa/I
d. dari setiap Universitas yang ada di Papua  sub bidang pendidikan luar negeri berdasarkan peraturan undang-undang system pendidikan yang berlaku.
1.Menfasilitasi kerjasama sektor pendidikan Swasta dengan negeri setiap Universitas yang ada di Papua.
2. Mengoordinasi dan melaksanakan potensi pendidikan ke luar negeri;
3. Melakukan koordinasi dan menfasilitasi  kerjasama ke luar  negeri di bidang pendidikan dengan instansi terkait bagi Mahasiswa/I yang ingin kuliah  di luar negeri.

4. Menghimpun Seluruh perjanjian kerjasama pendidikan yang telah dibuat oleh pemerintah Provinsi:

5. Tabel Analisis Swot
Absensi
 KegiatanMagang  waktu pelaksanaan
Minggu l
Senin 12 Feb 2018

Selasa 13 Feb 2018
Rabu 14 Feb 2018
Kamis 15 Feb 2018
Jumat 16 Feb 2018
Minggu ll
Senin 19 Feb 2018
Selasa 20 Feb 2018

Rabu 21 Feb 2018
Kamis 22 Feb 2018
Jumat 23 Feb 2018
Minggu lll
Senin 26 Feb 2018
Selasa 27 Feb 2018

Rabu 28 Feb 2018
Kamis 1 Mrt 2018
Jumat 2 Mrt 2018
Minggu lV
Senin 5 Mrt 2018
Selasa 6 Mrt 2018

Rabu 7 Mrt 2018
Kamis 8 Mrt 2018
Jumat 9 Mrt 2018
Minggu V
Senin 12 Mrt 2018
Selasa 13 Mrt 2018

Rabu 14 Mrt 2018
Kamis 15 Mrt 2018
Jumat 16 Mrt 2018
Minggu lV
Senin 19 Mrt 2018
Selasa 20 Mrt 2018

Rabu 21 Mrt 2018
Kamis 22 Mrt 2018
Jumat 23 Mrt 2018




BAB Vll

PENUTUP


Dari hasil praktek magang di Perpustakaan Fessospol dapat disimpulkan bahwa, Pada bagian akhir dari penulisan Laporan Praktek.
Kegiatan magang ini penulis mencoba menarik kesimpulan dari pengalaman yang telah didapat selama  melaksanakan Kegiatan magang di Perpustakaan Fessospol.
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Papua. Penulis menyimpulkan bahwa : sistem Pendidikan berjalan dengan baik.
Dari uraian yang sudah dikemukakan diatas, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut :
a.       Perpustakaan Fessospol  adalah yang memiliki fasilitas yang lengkap yaitu:  lemari untuk menyimpanan. Buku-buku di satu Fakultas dari 5 jurusan di Perpustakaan Fessospol.
b.      Di dalam ruangan Fakultas Fessospol.
adalah ruangan yang menyenangkan untuk bagi
setiap Mahasiswa /I  dan bapak Ibu Dosen sehingga mereka masuk baca Buku-buku belajar di Perpustakaan Fessospol Ustj.
sebagai fungsi  pokok di kalangan Mahasiswa/I akademisi  muda.
c.       Menambah wawasan serta ilmu pengetahuan agar dapat menjadi tenaga kerja profesional yang dapat bertanggung jawab serta bersaing dalam dunia kerja.
 Dapat menyatukan ilmu di bangku perkuliahan dan pengalaman di dunia kerja agar dapat diimplementasikan kemudian hari ketika berhadapan dengan dunia kerja yang sesungguhnya.Penulis mengetahui arti penting magang bagi Mahasiswa sebagai cerminan dalam Menerapkan teori yang didapat dalam bangku perkuliahan dengan realita kerja yang ada di lapangan, namun jangan hanya magang ini digunakan sekedar sebagai pelengkap dalam kurikulum perkuliahan saja, akan tetapi juga sebagai penyitraan Prodi Ilmu Hubungan Internasional. 
A.    Kesimpulan
Saran
1.      Demikian dari apa yang menjadi inti, Kegiatan Program magang yang saya lakukan selama  kurang lebihnya 30 hari. kerja  Di Perpustakaan
Fessospol.
Dan selama saya melakukan kegiatan magang bersama rekan-rekan saya, dari Ilmu Akuntansi,  Ilmu Komunikasi,  Ilmu Sastra Inggris,dan Bapak Ibu Dosen yang selalu mendukung dan memotivasikan saya.

merupakan studi yang mampu menyajikan berbagai dari proses belajar , dan pandangan saya serta rekan-rekan saya, dimana kami akan melakukan kegiatan magang  di perpustakaan Fessospol merupakan  langsung kami mempraktekan kerja lapangan  dengan melakukan kegiatan Magang di.
 Perpustakaan Fessopol adalah yang menjadi suatu pengalaman bagi saya dan rekan-rakan saya yang  bersama-sama melakukan kegiatan magang dan atas, Partisipasi semua, Pihak Lembaga Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura dan Semua Bapak Ibu Dosen Fakultas Fessospol yang mana telah banyak membantu kami bersifat saran masukan  kritikan untuk bersifat membangun bagi Kitasemuanya.

dan kami harap dapat bermanfaat bagi kita semua, dalam penulisan laporan magang  ini, tentunya masih jauh dari kata sempurna, di karenakan penulis juga manusia biasa yang tidak luput dari kata salah, namun dalam kehidupan sosial, kita di tuntut untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, dan saling mengoreksi kesalahan serta pembetulan untuk setiap kesalahan yang tidak sengaja yang  kita  Lakukan.
Terima kasih.






DAFTAR PUSTAKA
Di kutip dari kegiatan praktek magang
 di, Fakultas Fessospol Ilmu Ekonomi,Sastra Dan Sosial Politik
Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura
 2018

















Lampiran
Foto-Kegiatan  Praktek Magang di Perpustakaan Fessospol
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura-Ustj
Description: 20180322_105752.jpgDescription: 20180322_105720.jpg

Description: 20180322_105758.jpgDescription: 20180322_105752.jpg


















Pada Saat  melakukan pembuatan kartu kantong Buku di Perpustakaan Fessospol




Description: 20180322_120517.jpgDescription: 20180322_120612.jpg












Description: 20180322_123451.jpgDescription: 20180322_123447.jpg











Hari terakhir untuk melakukan  kegiatan praktek pembuatan Kartu kantong Buku di Perpustakaan Fessospol dan pembuatan Kartu Mahasiswa/i di Perpustakaan Fessospol Universitas Sains dan Teknologi  Jayapura.


Description: B612_20180323_123518.jpgDescription: B612_20180323_123533.jpg







Description: B612_20180323_123601.jpgDescription: B612_20180323_123547.jpg
Akhir kata saya mengucapkan banyak terima kasih kepada institusi lembaga Kampus Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura (Ustj) yang banyak  memberikan motivasi, saran, masukan kepada saya bersifat untuk membangun. darisemua pihak sehingga saya  dapat menyelesaikan  Proses Praktek  Magang di Perpustakaan Fessospol Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura.



                                                                                             

Kunjungi Wisata Kabupaten Jayapura di Sentani

Kunjungi Wisata Kabupaten Jayapura di Sentani 6 November 2019   18:40 Diperbarui: 6 November 2019   18:44  25  0 0 Lihat foto D...